23 Desember 2008

SELAMAT JALAN.. BAPAK..!



Bismillahi Rahmani RahimInna lillahi wa inna ilaihi roji'un ...


Hari Selasa, 9 Desember 2008, jam 06:00 di ruang ICU RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta, ayah kami Bapak H. Dikin Dirdjosutjipto SH telah berpulang ke Rahmatullah, dipanggil kembali oleh Nya. Kami semua berkabung dalam duka yang dalam sembari ikhlas melepas kepergiannya.

Kami, keluarga besar Bapak, percaya sepenuhnya bahwa segala sesuatu datang dari Allah dan niscaya kembali kepadaNya. Pada hari itu juga, selepas Dzuhur, Bapak dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Kami, anak-anak Bapak, akan mengenang Bapak dengan takzim, dengan rasa hormat yang penuh, melalui berbagai cara.

Ia adalah seorang suami yang sangat mencintai dan setia pada istrinya, ibu kami, Hj Siti Djucriah yang dinikahinya pada tahun 1961. Ia adalah bapak yang sangat bertanggungjawab membesarkan kami, anak-anaknya. Ia adalah seorang suami, bapak, eyang yang memiliki ruang kesabaran amat lapang. Amat jarang kami melihatnya meledakkan kemarahan. Bagi kami, bapak adalah sosok yang luar biasa gigih dan selalu berusaha mandiri.

Bapak dilahirkan pada tanggal 9 September 1938 di Desa Prembun, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Bermodalkan ijazah SD yang diperoleh dari desanya, pada tahun 1959, Bapak diterima bekerja di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai seorang pegawai rendahan - pesuruh merangkap sebagai juru ketik. Walau hanya sebagai pegawai rendahan dengan gaji yang tak seberapa, Bapak tetap semangat melanjutkan pendidikan dari SMP, SMA sampai menjadi seorang Sarjana Hukum di FHUI. Pensiun pada tahun 1993 setelah 34 tahun waktunya dihabiskan untuk bekerja di FHUI.

Akhirnya, kami keluarga besar Bapak memohon keikhlasan Bapak/Ibu/Saudara untuk memaafkan segala kesalahan Bapak selama hayatnya. Kami juga memohon keikhlasan Bapak/Ibu/Saudara untuk meluangkan sejenak waktu berdoa semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diterima iman dan Islamnya serta amal ibadahnya. Semoga Allah SWT membalas budi baik Bapak/Ibu/Saudara dengan melimpahkan nikmat, rahmat, dan kebahagiaan bagi Bapak/Ibu/Saudara sekalian. Amien.

Untuk Bapak, saya sekarang hanya bisa mengatakan: Selamat Jalan Bapak. Sampai berjumpa suatu saat kelak di Surga milik-Nya. Insya Allah. Amien.

Percayalah Pak, saya dan kami semua anak, menantu, cucu, Bapak akan berusaha sekuat-kuatnya menjalankan nasehat Bapak untuk selalu menjadi orang yang jujur dan memperhatikan kesusahan orang lain.

Atas Nama Seluruh Keluarga

22 Desember 2008

CERITA UNTUK SAHABAT


Ada sebuah cerita yang menarik untuk kita simak bersama, semoga dapat kita ambil hikmahnya.

Dua orang sahabat berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Sahabat yang kena tampar tadi sudah pasti merasa sakit, namun tanpa membalas, dan banyak bicara dia lalu menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk beristirahat. Teman yang kena tampar tadi berenang, namun jiwanya nyaris melayang karena hampir tenggelam. Sahabat yang pernah menyakitinya berhasil menyelamatkannya. Ketika mulai siuman dan sadar, sahabat yang tenggelam tadi lalu menulis di sebuah batu “HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU”.

Sahabat yang menolong dan menamparnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kau tulis di batu?"

Sahabatnyapun menjawab, "Ketika aku sakit dan terluka, ku tulis diatas pasir hatiku dengan harapan agar angin maaf datang berhembus dan segera menghapus rasa sakit ini. Sekarang kebaikan yang luar biasa itu datang, maka aku harus memahatnya diatas batu hatiku, agar kebahagian itu terus tertanam abadi didalam hatiku."

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan agar rasa sakit segera terobati dan rasa bahagia selalu dapat kita nikmati.

23 November 2008

MERAIH KEBAHAGIAN



Obrolan dengan teman di Yahoo Massenger cukup lama dan menarik. Berawal dari pernyataannya bahwa jika kita punya uang banyak pasti hidupnya tidak pusing seperti ini.

Saya pun berkilah belum tentu.. Jack! Bisa jadi malah tambah pusing lho. Keinginan kita jadi macam2. Arogansi, sombong, narsis tambah sulit dikendalikan. Ketakutan dan kegelisahan hidup juga jadi bertambah. He2.. jadi gimana dong meraih hidup bahagia.. Wah jawabnya tidak gampang, apalagi menjalankannya.

Ajaran agama menjadi pegangan, sebagai referensi saya coba kutip dari buku MERAIH HIDUP BAHAGIA, karangan Abdur Rahman bin Nasir As-Sa’. Dalam artikelnya disebutkan kiat-kiat untuk meraih hidup bahagia sebagai berikut ;

1. IMAN DAN AMAL SALEH
Sarana yang paling utama dan paling mendasar dalam menghadapi kesulitan hidup adalah beriman kepada Allah dan beramal Shaleh.

2. BERBUATLAH BAIK TERHADAP SESAMA
Berbuat baik kepada sesama makhluk dengan ucapan, perbuatan serta berbagai bentuk kebajikan, termasuk yang dapat mengusir perasaan gundah dan gelisah.

3. SIBUK DENGAN PEKERJAAN ATAU ILMU YANG BERMANFAAT
Menyibukkan diri dengan sebuah pekerjaan atau mendalami ilmu yang bermanfaat dapat mengusir kegundahan yang timbul dari kegamangan jiwa. Dengan begitu akan melupakan apa yang selama ini membebani diri gelisah. Maka kemudian jiwanya menjadi tenang, semangatnya bertambah.

4. MEMUSATKAN PIKIRAN UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN HARI INI DAN TIDAK DIHANTUI OLEH PIKIRAN-PIKIRAN MASA DEPAN ATAU KESEDIHAN MASA LALU
Termasuk yang dapat mengusir perasaan cemas dan gelisah adalah memusatkan semua pikiran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada hari ini dan memutuskan diri dari pikiran-pikiran yang akan datang serta kesedihan atas waktu-waktu yang lalu.

5. MEMPERBANYAK ZIKIR KEPADA ALLAH TA’ALA
Berzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati, menghilangkan rasa gundah dan resah.

6. SERING MENYEBUT NIKMAT-NIKMAT ALLAH, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN TERSEMBUNYI
Mengenal nikmat-nikmat Allah dan selalu menyebutnya merupakan salah satu faktor yang dapat mengusir keresahan dan kesedihan, mendorong seorang hamba untuk bersyukur, hal itu merupakan derajat syukur yang paling tinggi, walaupun ia tertimpa kefakiran, sakit atau musibah lainnya. Karena jika dia bandingkan antara nikmat Allah kepadanya yang tidak terhitung baik kwantitas ataupun kwalitasnya dengan apa yang dideritanya dari berbagai kesulitan, niscaya kesulitan tersebut tidak seberapa jika dibanding nikmat Allah yang sudah dilimpahkanNya.

7. MELIHAT ORANG-ORANG YANG BERADA DI BAWAHNYA DAN TIDAK MELIHAT ORANG YANG DI ATASNYA

8. PANDAI DALAM BERGAU

9. TIDAK TENGGELAM DALAM KESEDIHAN MENDALAM
Orang yang berakal mengetahui bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan yang berbahagia nan tentram, dan bahwa waktunya sangat singkat sekali. Maka tidak layak bagi seseorang untuk membatasi kehidupannya dengan perasaan gundah dan resah yang berkepanjangan karena semua itu bertentangan dengan kehidupan yang sebenarnya, dia merasa rugi sekali jika banyak bagian dari kehidupannya dihabiskan dengan perasaan gundah dan resah.

10. MEMBANDINGKAN KENIKMATAN YANG DITERIMA DENGAN KESULITAN YANG DIDERITA
Seseorang selayaknya jika ditimpa kesulitan atau khawatir terhadapnya agar membandingkannya antara kenikmatan yang telah dia raih baik dalam hal agama maupun dunia dengan kesulitan yang ia derita, maka akan dia dapatkan betapa jauh lebih banyak kenikmatan dalam dirinya daripada kesulitan dan musibah yang dia rasakan.

11. BERPIKIR POSITIF
Ketahuilah bahwa pola pikir anda akan mempengaruhi kehidupan anda, jika pikiran anda selalu tertuju kepada apa yang bermanfaat bagi agama maupun dunia, maka hidup anda akan bahagia dan sejahtera, jika tidak, maka anda akan mengalami hal yang sebaliknya

12. TIDAK MENGHARAP BALASAN DAN PENGHORMATAN KECUALI DARI ALLAH
Hal bermanfaat dalam rangka mengusir kegundahan dan kegelisahan adalah meyakinkan diri anda untuk tidak meminta balasan dan penghormatan kecuali dari Allah ta’ala atas kebaikan yang anda berikan kepada mereka, baik kepada mereka yang berhak mendapatkannya dari anda ataupun tidak. Ketahuilah bahwa hal tersebut urusan anda dengan Allah, jangan terlalu hiraukan pujian dan penghargaan orang yang anda berikan kebaikan

13. MENJADIKAN SEMUA HAL BERMANFAAT DI DEPAN MATA ANDA DAN BERUSAHA UNTUK MEREALISASIKANNYA
Jangan sekali-kali menengok kepada hal-hal yang merugikan dan terlena dengannya, karena hal itu dapat mendatangkan rasa gundah dan sedih, atasilah dengan ketenangan dan memusatkan perhatian dengan melakukan perbuatan yang bermanfaat.

14. MENGATASI SEBUAH MASALAH SAAT ITU JUGA UNTUK KEMUDIAN BERKONSENTRASI TERHADAP MASA DEPAN
Termasuk perkara yang bermanfaat adalah langsung mengatasi sebuah masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan, karena jika permasalahan itu tidak diatasi segera, maka dia akan bertumpuk dengan permasalahan-permasalahan yang telah lalu dan yang akan datang, sehingga bebannya akan semakin berat.

15. MENDAHULUKAN PERBUATAN YANG PALING PENTING DAN PALING DISUKAI
Selayaknya anda memilih di antara perbuatan yang bermanfaat tersebut, mana yang paling penting dengan mendahulukan perbuatan yang disukai dan lebih condong kepadanya. Karena jika tidak, akan timbul kebosanan dan kekeruhan.

Cukup banyak kiat-kiatnya. Mari kita renungkan dan jika yakin benar cobalah untuk melakukan. Teman teman yang ingin memberi jawaban, koreksi atau komentar silahkan.

25 Oktober 2008

TAHAJUD ATASI KANKER


Tanggal 20 Oktober 2008 yang lalu, Rieke teman SD/SMP menjalani operasi kanker leher rahim di RSUD Pasar Rebo Jakarta. Operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker yang ada disekitar leher rahimnya. Bersama rekan Etna, saya sempatkan waktu untuk membezoek, dengan harapan besar hatinya, kuat, sabar dan tawakal menghadapi cobaan ini. 

Btw.. Kanker leher rahim merupakan jenis penyakit kanker paling ganas dan ditakuti kaum wanita. Menurut berita, sekitar 500.000 wanita di seluruh dunia didiagnosa menderita kanker leher rahim dan rata-rata 270.000 meninggal tiap tahunnya. Untuk Indonesia, kanker leher rahim atau yang juga disebut kanker serviks merupakan jenis kanker paling banyak yang terjadi.

Tanpa memandang usia dan latar belakang, setiap perempuan beresiko terkena penyakit yang disebabkan virus Human Papilloma (HPV) ini. Bahkan kanker ini sering menjangkiti dan membunuh wanita usia produktif (30 sd 50 th). Melihat tingginya faktor risiko penderita penyakit ini, sudah seharusnya kaum wanita melakukan screening atau deteksi dini.

Ditengah keprihatinan ini, saya membaca artikel yang menarik sehubungan penyakit ini. Dalam artikel ini dikatakan bahwa sholat tahajjud mampu mengatasi penyakit kanker. Mau tahu artikelnya.. Simak berikut ini.

Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji disisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu salat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

Tidak percaya? "Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. 

Ayah dua anak itu bukan 'tukang obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Respons Ketahanan Tubuh Imonologik : Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi" Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya.

Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).

Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitik beratkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan.

Sholat dimulai pukul 02:00 - 3:30 sebanyak 11 rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam, plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika) .

Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajuud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. "jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi control kognisi. 

Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress," Nah, menurut Sholeh, orang stress itu bisanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahjjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik. 

Tertarik untuk mencoba.. ? Cobalah tidak ada ruginya dan tidak ada resikonya. Sebagai seorang muslim sholat merupakan rukun islam, "Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah” (Q.S Al Kautsar : 2)

07 Oktober 2008

NONTON FILM LASKAR PELANGI



Hari Rabu sore 1 Oktober 2008 bersama adikku Seto Pranoto, anakku Dita dan Westri, keponakanku Tio, Echa dan Tata, beramai-ramai kami pergi menonton film Laskar Pelangi. Sengaja aku ajak anak-anak untuk menonton film ini, dengan harapan agar mereka mendapat tontonan film yang baik dan sehat. Maklum saja rasa kuatir sering kali hinggap, manakala melihat anak-anak menghabiskan waktunya didepan televisi menonton sinetron kejar tayang. Unsur materialistis, egoistis, mistis, percintaan/sex, kekerasan, sifat sirik/dengki/benci/licik sering kali menghiasi sinetron yang ada ditelevisi.

Film Laskar Pelangi mengisahkan tentang 10 anak Belitong yang memiliki semangat yang besar untuk mendapatkan pendidikan. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Bu Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup. Namun seorang murid yang cacat bergabung yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah.

Selama 5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.

Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia karena tambang timahnya.

Film ini mampu membawa anak-anaku terutama Dita (10 th), Echa (11 th) dan Tio (14th) untuk tersenyum dan tertawa melihat Ikal jatuh hati kepada A Ling serta ketika Mahar dengan idenya tampil bersama teman-temannya pada acara karnaval. Tetesan air matapun mengalir dari anaku Dita ketika melihat Lintang yang harus berhenti sekolah dan meninggalkan para sahabatnya karena harus menghidupi adik-adiknya. 

Dari film ini nilai nilai kebajikan yang bisa diambil untuk disampaikan kepada anak anakku adalah ;

Hidup ini perjuangan, 
Perjuangan adalah semangat untuk selalu belajar dan bekerja demi mengapai cita cita. 
Kebahagian, keindahan, kesedihan, kesakitan, kekurangan dan kekecewaan itu ada dan selalu akan ada, dan akan membuat kita lebih menghargai kelebihan yang datang nanti.

02 Oktober 2008

SELAMAT LEBARAN



Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan kekurangan menjadi milik saya hambaNya..
Mohon maaf atas segala kekhilafan, yang tidak disengaja, yang terasa ataupun tidak saya sadari..
Semoga masih bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang penuh barokah dan maghfirah ini.
Taqabalallaahu minnaa wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.

Saya dan keluarga,
Gandhi Purwanto

30 September 2008

MUDIK LEBARAN


Minggu 28 Sept 2008 jam 09.00 pagi saya berencana mudik ke Cirebon. Walau acara pulang ke Cirebon hampir dilakukan seminggu sekali, namun menjelang lebaran ini terasa berbeda. Acara pulang ke Cirebon kali ini cukup memberi kesan yang mendalam bagi saya.

Sungguh pemandangan yang memprihatinkan melihat banyaknya orang yang berjuang untuk bisa masuk kedalam kereta api dengan cara berjubel dan berhimpit-himpitanan. Ritual massal setiap tahun yang selalu berulang. Apa yang membuat mereka rela bersusah payah menempuh perjalanan yang melelahkan itu. Berjubelan di atas kereta api atau berhimpitan di dalam bus.

Sampai di Cirebon pemandangan memprihatinkan nampak di jalur pantura. Fenomena yang baru berlangsung beberapa tahun terakhir adalah mudik dengan sepeda motor. Tidak tanggung-tanggung tujuannya, hampir ke semua kota di pulau Jawa. Sungguh tidak masuk akal, naik motor bersama istri dan 2 anak yang masih balita serta barang bawaan berupa setumpuk oleh-oleh untuk orang di kampung. Satu anak balita ditaruh di depan seolah-olah sebagai tameng bapaknya dari hembusan angin. Satu anak lagi yang masih bayi digendong oleh ibunya di belakang. Di belakang ibunya ada tumpukan barang berisi baju dan oleh-oleh. Semuanya cukup dengan satu sepeda motor saja. Seperti sirkus saja tampaknya.

Iring-iringan pemudik memenuhi jalan-jalan di Pantura. Ratusan ribu sepeda motor berebut jalan dengan mobil dan bus. Di antara mereka ada pula rombongan sopir bajaj yang membawa bajajnya lengkap seisi keluarganya. Panas terik mau mereka tempuh. Untung saja lebaran tahun ini masih jatuh pada musim panas sehingga mereka tidak sakit terkena hujan. Mereka bagaikan orang-orang yang eksodus dari kota besar. Tujuannya satu, ingin segera pulang ke tanah asal, tempat dimana mereka dilahirkan dan dibesarkan.

Melihat pemandangan mudik, ada keharuan yang mendalam saya rasakan. Mata ini berkaca-kaca melihat pemandangan yang mengharukan itu. Begitu menggebu keinginan orang-orang untuk pulang lebaran ke kampung halaman. Padahal kalau mereka mau, mereka bisa saja pulang pada hari-hari yang lain, tidak perlu berdesak-desakan dan bersusah payah seperti itu, tetapi semua orang seolah-olah sepakat bahwa tidak afdhol kalau tidak pulang pada saat Hari Raya. Karena itu berbagai cara ditempuh supaya bisa pulang meskipun nyawa jadi taruhannya.

Mudik adalah khas orang Indonesia. Di dalam Islam tidak ada ajaran untuk mudik pada Hari Raya Idul Fitri. Namun, di dalam mudik terkandung ajaran silaturahmi. Dengan mudik, hubungan persaudaraan dengan keluarga dan kerabat di kampung tetap dijaga dan diwariskan ke anak cucu. Inilah inti ajaran Islam yaitu ajaran kasih sayang.

Dari sisi ekonomi mudik juga membawa manfaat yang tidak terbayangkan oleh ahli-ahli ekonomi. Selama 11 bulan perputaran uang nasional hanya beredar di kota-kota besar. Percaya atau tidak, delapan puluh persen uang nasional beredar di Jakarta. Para ahli ekonomi bingung bagaimana cara memindahkan peredaran uang dari Jakarta ke daerah-daerah untuk membangkitkan perekonomian di daerah itu. Jawabannya ternyata sederhana: mudik lebaran. Dengan mudik, orang-orang membawa banyak uang ke daerah. Di sana uang dibagikan ke sanak saudara, sebagian lagi dibelanjakan. Ekonomi daerah menggeliat sejenak karena kedatangan uang dalam jumlah banyak. Sektor riil berdenyut, bisnis bergerak. Meski hanya sebentar, tapi peristiwa mudik lebaran itu mampu menggerakkan sendi-sendi perekonomian daerah.

Karena itu, kegiatan mudik perlu dijaga dan dilestarikan karena besar manfaatnya, baik secara rohani maupun secara materi. Kerepotan karena mudik adalah hal yang biasa, setahun sekali tak apa-apalah. Para pemudik tidak mempermasalahkan fasilitas transportasi yang kurang memadai. Bagi mereka perjalanan mudik itu ibarat tamasya saja. Lihatlah wajah-wajah pemudik pada arus balik. Tidak terlihat keletihan pada wajah-wajah mereka, yang tampak adalah keriangan karena telah bertemu sanak saudara. Kampung halaman memang memberikan banyak inspirasi dan semangat baru untuk meniti hidup selama 11 bulan berikutnya.

Persoalan yang tidak pernah mampu dilakukan pemerintah adalah menyediakan moda transportasi yang memadai dengan aman dan nyaman. Sudah selayaknya pemerintah yang bertanggung jawab akan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan setiap warganegaranya yang hendak melaksanakan mudik lebaran.