25 Juli 2008

JUJUR DAN POLOS


He2.. menarik dan menggelitik tulisan yang dikirim seorang teman yang bercerita soal kejujuran dan kepolosan seorang penebang kayu. Coba baca dan simak baik baik cerita ini ;

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Yang Kuasa (YK) menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera YK muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" YK bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Maka YK masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" YK bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi YK masuk ke air dan muncul dengan kapak besi."Inikah kapakmu?" YK bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan YK sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan keyakinan dan hati bahagia.

Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis" Si penebang kayu menjawab bahwa istrinya telah terjatuh kedalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan Jennifer Lopez. "Inikah istrimu?" Tuhan bertanya. "Ya" si penebang kayu menjawab. Mendengar itu,Tuhan menjadi sangat marah. "Kamu sudah tidak jujur..! Aku akan mengutukmu..." tegur Tuhan. Si penebang kayu segera menjawab, "Maafkan saya, ya Tuhan. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata "Bukan" pada Jennifer Lopez, Engkau pasti akan muncul kembali dengan Catherine Zeta Jones. Kalau saya juga berkata "Bukan" kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya dan saya akan berkata "Ya". Kemudian Engkau pasti akan memberikan ketiganya kepada saya. Saya adalah orang miskin. Saya tidak akan mampu menghidupi mereka bertiga. Itu sebabnya saya menjawab "Ya".

Ha2.. Luar biasa orang sejujur dan sepolos dia ternyata mampu membuat bingung YMK...

04 Juni 2008

PUSAT BUKU INDONESIA (PBI)




Pada hari Jumat 30 Mei 2008, saya baru saja menghadiri pembukaan Pusat Buku Indonesia yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Lokasinya terletak di Kelapa Gading Trade Center (Hypermall), Jl Boulevard Barat Kelapa Gading (diseberang Makro).



Pusat buku ini akan menjadi pusat buku terlengkap se-Indonesia karena semua penerbit yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menampilkan buku terbitannya. Lalu, apa yang membedakannya dengan toko buku atau pameran buku? Di tempat ini setiap penerbit mengambil stan. Jadi, layaknya seperti pameran, tetapi dilakukan sepanjang tahun. Sementara selama ini, penerbit menitipkan bukunya di toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, bukan menjual sendiri. Meskipun demikian, PBI bukan bermaksud mematikan toko buku yang sudah ada, melainkan memberi alternatif baru bagi penggemar buku.

Selama ini, konsumen sering kesulitan memperoleh buku-buku lama di toko buku, apalagi buku yang kurang laris. Biasanya buku-buku ini sudah dikembalikan (diretur) oleh toko buku. Bahkan ada buku yang bertengger di rak toko buku cuma sebulan, sebelum ditarik dari peredaran akibat kurang diminati.

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan “sebuah industri akan maju jika sistem distribusinya baik. Konsumen harus diberi kemudahan untuk memperoleh buku”. Jangan sampai, biaya transport untuk menuju toko buku lebih mahal daripada harga bukunya sendiri” Saat ini tidak mudah menemukan toko buku di setiap kota. Masih mudah menemukan toko televisi, hand phone maupun toko emas. Bahkan di kampung beliau Makassar, lebih banyak toko emas daripada toko buku.

Diharapkan, tempat ini akan ramai dikunjungi dan menjadi salah satu agenda wisata yang menarik bagi setiap wisatawan. Bagi orang daerah, ke Jakarta bukan hanya untuk memborong baju di Mangga Dua atau Tanah Abang, tetapi juga untuk memborong buku di Pusat Buku Indonesia. Jadi bagi Anda yang sedang mencari-cari buku kebutuhan Anda dan belum juga menemukannya, maka di pusat buku inilah Anda bisa mencari dan menemukannya.
Sementara sebagian penerbit sudah membuka showroomnya. Bahkan penerbit Gramedia akan mengambil 84 stan (satu stand berukuran 7 m2). Penerbit Teater Koma, CSIS membuka stand di sini. Penerbit lain ada Mizan, Asy Syamil, MQS, Erlangga, Yudhistira, dsb.

Penerbit yang saya kelola bernama INDHILL CO, buka stan dilantai 2 Blok E18/03. Buku-buku Hukum Perundang undangan, Sosial kemasyarakatan, Ekonomi, Manajemen dan Politik merupakan buku utama kami. Disamping buku terbitan baru, ada buku lama yang kami jual dengan harga murah dari harga Rp 2.500 sd Rp 7.500,- Teman teman jika ada kesempatan berkunjung ya..

20 Mei 2008

TERBEBAS DARI KEINGINAN BERLEBIHAN



Sungguh menarik bagi saya membaca iklan Selamat Hari Raya Trisuci Waisak 2008 yang dimuat Kompas Senin, 19 Mei 2008, dihalaman 8. Maknanya begitu dalam, mengingatkan kita agar waspada dalam menghadapi hidup yang penuh ambisi dan tantangan.

Petikan kalimat iklan tersebut adalah :

Ambisi dalam hidup adalah keharusan. Tanpanya kita tak akan maju dan berkembang. Semua impian dalam hidup mesti terwujud, tanpa itu hidup tak akan sempurna. Hidup adalah dilemma, saat terbebas dari keinginan berlebihan adalah kemustahilan, dan melupakan impian tanpa batas adalah sia sia



Kalimat tersebut sering menyeret kita untuk maju dan berkembang mewujudkan ambisi dalam hidup. Namun jika kita kurang berhati hati dalam menyikapinya maka bisa jadi kita akan terperangkap dalam kegelisahan hidup. Akan lebih bijak dan sempurna jika disikapi dengan prinsip hidup :

“ hidup akan sempurna saat terbebas dari keinginan berlebihan ”



* Periksa foto koreksi pernyataan kalimat tersebut diatas.

25 April 2008

KOMUNITAS TROOPER INDONESIA (KTI)

Berawal dari mobil tua B 21 MU, Chevrolet Trooper hijau keluaran tahun 1987. Mobil ini sejak tahun 1998 - 2003 dengan setianya mengantar dan menemaniku keluar masuk kota/desa di wilayah Cirebon. Bersama pengrajin aku pernah berusaha dibidang produksi mebel rotan/kayu. Bersama nelayan pernah menjadi tenaga pendamping pada Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP). Disamping hobi jalan jalan keluar masuk desa didaerah yang berkontur alam pegunungan maupun pesisir.
Namun sejak 2003 dimana kebijakan Pemerintah tidak berpihak kepada pengrajin mebel rotan Cirebon, memaksa aku untuk mengalihkan kegiatan (hijrah) kembali Jakarta. Namun semenjak aku tinggalkan, nyaris Trooper itu nongkrong tak terurus sebagai besi tua, dibawah pohon mangga. Angin, hujan, dan panas nyaris membuat mobil tuaku sempat dihargai sebagai besi tua (scrap). Beruntung saya menemukan situs Komunitas Trooper Indonesia. Para pemilik mobil Trooper bisa dengan kreatif memperbaiki dan memodifikasi mobil tuanya tidak kalah gaya dengan mobil baru. Wadah khusus pemilik kendaraan itu bernama Komunitas Trooper Indonesia (KTI).

Komunitas ini, berasaskan kekeluargaan. Anggotanya, para pemilik Trooper dan yang belum memilikinya tapi ingin bergabung karena suatu saat ingin memiliki. Ingin gabung , silahkan saja klik http://groups.yahoo.com/group/trooper_indonesia/messages?o=1.

Misi Komunitas Trooper Indonesia, ingin mengajak pehobi otomotif secara umum dan pemilik serta pencinta Trooper secara khusus di Indonesia untuk saling mengenal dan bertukar informasi seputar Trooper dan otomotif. Tiap anggota diharapkan mau berbagi informasi pada anggota yang membutuhkan. ”Pertukaran informasi adalah tujuan utama didirikannya komunitas ini.

Jumlah anggota yang aktif, sekitar 30 orang. Sedangkan anggota milis ini lebih dari 100 orang. Tiap hari Minggu komunitas ini ngumpul rutin. Persisnya tiap minggu ke-2 pukul 10.00 di JL Pati Unus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (samping lapangan tenis), dan minggu ke-4, pukul 16.00 di Parkir Timur Senayan.

Trooper adalah jenis SUV (sport utility vehicle) lawas, keluaran Chevrolet dengan 2 varian. Edisi pertama diluncurkan tahun 1984 sampai 1991 merupakan versi diesel. Sementara versi bensin dikeluarkan akhir 1991 sampai 1996.

Ada yang berminat untuk membangun mobil tuanya.. Ayo gabung saja.

21 Januari 2008

ICIP ICIP KULINER WONG CERBON




1. Sega Jamblang

Sega Jamblang (Nasi Jamblang) adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut.

Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun Jati sebagai bungkus nasi. Pembeli menikmati nasi bungkus dengan bermacam-macam lauk pauk seperti tahu/tempe goreng, perkedel, telor dadar, sate kentang, semur tahu/daging/ati/limpa, paru/otak goreng, ikan asin, ikan tongkol, cumi (blekutek), serta sambal khas Cirebon.

Berdagangnya khas kaki lima menggunakan meja rendah, menggelar berbagai macam makanan dan dikelilingi oleh bangku panjang untuk duduk pembeli. Penyajiannya, si penjual menyodorkan nasi yang dibungkus daun jati kemudian pembeli mengambil sendiri lauk pauk yang disukainya. Pembayarannya mengandalkan kejujuran para pembelinya karena pembeli menyebutkan apa saja yang dimakannya.

Para penjual nasi jamblang cukup tersebar di kota Cirebon. Kawasan Gunungsari merupakan daerah yang cukup banyak populasi penjual nasi Jamblang, mereka buka 24 jam.

Penjual Nasi Jamblang yang terkenal di Cirebon adalah Nasi Jamblang Mang Dul di Gunung Sari, Nasi Jamblang Pelabuhan di Pintu I Pelabuhan Cirebon Jl Yos Sudarso dan Nasi Jamblang Ibad Otoy favorit saya di Jl Kesambi.

Sega Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada jaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Kasugengan. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.

2. Empal Genthong

Empal Gentong adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip gulai (gule) berkuah kental dan bersantan serta dipenuhi dengan daging/jeroan.

Biasa dimakan dengan nasi ataupun lontong. Ciri khas penjual empal gentong adalah wadah tempat untuk memasaknya menggunakan kayu bakar (pohon mangga) didalam gentong (priuk tanah liat) oleh karenanya dinamakan empal gentong, sementara empal adalah potongan-potongan daging.

Cara masaknya pun masih tradisional karena masih mengandalkan kayu bakar. Sambal empal gentong ini sangatlah pedas sebab merupakan saripati cabai merah kering yang dikemudian ditumbuk. Bagi yang belum terbiasa, agar hati-hati mencobanya sebab bila perut tidak kuat maka acara makan-makan bisa terhambat.

Pedagang empal gentong di Cirebon cukup banyak dengan menjajakan dagangannya dengan mendorong menggunakan gerobak.

Pedagang empal gentong yang menetap dan sudah dikenal di Kota Cirebon adalah Mang Darma yang mangkal disamping kantor BTN Jl. Slamet Riya dan di halaman Stasiun KA Cirebon.

3. Nasi Lengko

Sega Lengko (nasi lengko) juga makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani. Bahan-bahannya antara lain: nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu taburkan pula di atasnya, juga toge rebus. Setelah itu siram bumbu kacang diatasnya, dan potongan daun kucai, lalu beri kecap secukupnya sampai kecoklatan, taburi bawang goreng biar tambah harum lezat. Dan sekeping kerupuk aci yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu.

Untuk menambah selera makan, biasanya makanan ini disajikan dengan ditambah 5 atau 10 tusuk sate kambing yang disajikan Nasi Lengko merupakan nasi nasi putih yang ditaburi potongan tahu, tempe, mentimun tauge, dan daun kucai (seledri). Kemudian ditaburi bawang goreng serta disiram bumbu kacang dan kecap.

Pedagang Nasi Lengko cukup tersebar di sekeliling kota Cirebon sebab makan ini selain sederhana juga terjangkau bagi masyarakat.

Penjual Nasi Lengko yang lumayan laris dan ramai pembeli salah satunya adalah di Jl. Pagongan. Warung milik H. Barno ini sudah 11 tahun berdiri dan buka setiap hari sejak pukul 6 pagi hingga 9 malam.

4. Mie Koclok

Mie kuning yang disajikan dengan toge, kol, suwiran daging ayam, telor lalu disiram dengan kuah santan. Disajikan panas-panas sebab tidak enak jika dimakan kala dingin. Selain di jalan Lawanggada dekat rel kereta, penjual mie koclok yang tidak kalah nikmat berlokasi di dekat mesjid merah Panjunan dan Kasepuhan yang tidak jauh dari alun-alun.

5. Bubur Sop

Bubur berisi kol, daun bawang, tauco yang dituangi kuah sop dan ditaburi suwiran ayam serta kerupuk. Boleh dibilang makanan ini merupakan kombinasi dari bubur ayam dan Sayur Sop. Disajikan panas-panas dan biasanya bubur sop ini hanya dijual pada malam hari.

Pedagang bubur sop yang sudah dikenal adalah Bubur Sop Mang Kapi di Jl Tentara Pelajar Cirebon.

6. Tahu Gejrot

Makanan berupa tahu yang di potong kecil-kecil ditaruh di atas piring kecil terbuat dari tanah liat kemudian disajikan dengan bumbu gula merah, cabai serta bawang merah dan bawang putih yang diulek. Jenis tahu yang digunakan adalah semacam tahu Sumedang tapi agak berbeda sebab isinya jauh lebih sedikit sehingga terlihat kosong. Cara makannya pun unik yaitu ditusuk dengan biting (potongan lidi). Mengapa diberi nama tahu gejrot? Sebab bumbu cair yang digunakan sebagai penyedap dialirkan lewat botol dengan cara diguncangkan sehingga timbul bunyi “gejrot” berulang kali.

Para pedagang tahu gejrot ini biasanya menggunakan pikulan bagi penjual laki-laki untuk membawa barang dagangannya. Atau menggunakan tampah yang diusung di atas kepala bagi penjual wanita.

Para pedagang tahu gejrot sangat mudah ditemui di sekitar kota Cirebon karena termasuk makanan ringan yang cukup populer. 

7. Sate Kalong
Pasti orang akan mengira bahwa sate kalong ini menggunakan daging kelelawar sebagai daging yang disate. Salah besar! Karena sebenarnya sate ini menggunakan daging kerbau. Disebut sate kalong gara-gara penjualnya doyan melek sampe malam sebab hanya berjualan pada malam hari bahkan jauh tengah malam. Cara berjualan sate ini menggunakan pikulan dan penjualnya menggunakan bebunyian semacam ‘krincingan’ untuk memanggil pembelinya.

Buat yang belum tahu kadang terkesan agak seram sebab selain berjualan malam hari bebunyian yang digunakan pun terkesan aneh. Bahkan para orang tua kadangkala memanfaatkan untuk menakuti anak-anak mereka agar tidak tidur larut malam.

8. Docang
Makanan ini mempunyai rasa khas yang gurih dan nikmat apabila disajikan dalam keadaan panas/hangat dan untuk harga relatif terjangkau semua kalangan, docang adalah makanan asli Cirebon yang lambat laun dengan segala kemajuan jaman dan perkembangan makanan Fast Food docang mulai bergeser dan lambat laun jarang ditemui.

29 Desember 2007

SELAMAT JALAN REKAN JOKO ADIARTO

Setelah dirawat selama 1 bulan di rumah sakit karena penyakit jantung rekan JOKO ARDIANTO meninggal dunia pada hari Rabu Pahing 26 Desember 2007 (16 Zulhijah 1428 H), pukul 16.30 wib di RS Harapan Kita Jakarta. Jenazah dikebumikan di Pemakaman keluarga Bonoloyo Solo Jawa Tengah. 

Rekan Joko Adiarto lahir di Surakarta 11 Desember 1962, meninggalkan orang orang yang dicintainya ; Putri Annisa (Anak), Alvarizky Putra (Anak) dan Mia Dinari (Istri)

Almarhum merupakan alumni Fak Pertanian UGM, pernah bekerja di BANKJAYA dari tahun 1991 s/d 1999, memimpin produk development depArtemen. Hubungan sesama rekan kerja, semangat dan kerja kerasnya begitu baik. Ibadahnya Insya Allah juga baik. Selepas dari BankJaya ia memilih untuk berwirausaha, mendirikan usaha AC Global, biro konsultan ORBIT dan rumah makan RESTO 30 dibilangan Cilandak dan Bintaro.

Menghadapi kematian jadi teringat falsafah/budaya orang Jawa yakni “SEJATINE URIP KUWI MUNG MAMPIR NGOMBE BANYUNE PANGERAN TANPO MAHKUTO” artinya “Manusia hidup didunia itu hanya sebentar, sekedar minum air milik raja tanpa mahkota - maksudnya Allah SWT”. Hakekat dari falsafah ini adalah mengajak kita untuk manfaatkan waktu yang sebentar didunia ini untuk belajar, bekerja, berbuat baik dan menjalankan ibadah yang diperintahkan Allah SWT, karena masih ada kehidupan yang lebih kekal dan abadi setelah kehidupan dunia. 

Rekan Joko tutup usia pada umur 45 tahun, semoga segala amal kebaikan yang telah dilakukan dan ibadahnya selama hidup didunia dapat menjadi bekal untuk kehidupannya di alam yang lebih kekal. Amin Ya Robal Allamin. Selamat jalan Rekan DJOKO ADIARTO.

12 Oktober 2007

SELAMAT IDUL FITRI 1428 H



Sebulan kita berpuasa, berlatih sabar dan tabah menghadapi suatu keadaan yang banyak tidak kita sukai. Dengan hati ikhlas berserah diri kepada Allah untuk menjalankan perintahnya tanpa pernah mengenal putus asa.

Akhirnya.. Gema takbirpun berkumandang.. Gerak langkahpun kian bersahaja menapaki puncak kemenangan..



Kepada Orang Tuaku, Guruku, Sahabatku, Kolegaku dan Sanak Saudaraku .


Ijinkan kami dan keluarga mengucapkan ; Selamat Idul Fitri 1428 H, Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadhan tahun ini sanggup menghantarkan kita menjadi pribadi yang berhati bersih, berjiwa besar dan senantiasa semangat berjuang mencintai hidup ini dan kehidupan nanti kelak..



Salam Gandhi